| Bab 2.
Islam sebagai Sistem Hidup
|
|
TUJUAN
| · |
Peserta
memahami karakteristik Islam sebagai diinul haq
|
| · |
Peserta
mengetahui pentingnya memahami Islam secara menyeluruh
|
METODE
PENDEKATAN
RINCIAN
BAHASAN
Karakteristik Ajaran Islam
Islam sebagai dien
(sistem hidup) memiliki ciri-ciri :
1.
Robbaniyah
|
itinjau
dari segi bahasa, Robbaniyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan
kepada Allah SWT. Sedangkan rabbani ditujukan kepada manusia, yaitu
manusia yang tali hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan
ajaran-Nya. (QS. 3:79). |
|
Yang
dimaksud dengan robbaniyyah mencakup 2 aspek robbaniyyah ghayah dan
mashdar. |
|
a.
Rabbaniyyah Ghoyah (tujuan dan sasaran)
|
|
Maksudnya
Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untuk menyembah Allah semata (QS.
51:56) dan untuk mencapai ridho-Nya. Tujuan ini pun akhirnya merupakan tujuan
akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan (QS.
53:42, 84:6). |
|
Dampak
rabbaniyyah tujuan pada manusia : |
|
(1) |
Mengetahui
tujuan dan keberadaan manusia |
|
(2) |
Mendapat
petunjuk menuju fitrah |
|
(3) |
Keselamatan
dari perpecahan dan pergolakkan |
|
(4) |
Membebaskan
manusia dari penghambaaan pada egoisme dan syahwat.
|
|
b.
Rabbaniyyah Masdar (sumber hukum)
|
|
Maksudnya
manhaj /metode yang telah diterapkan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan
sasaran itu adalah manhaj Robbani yang murni, yaitu yang bersumber pada wahyu
Allah, kepada Rasulullah SAW (Al-Qur an). Manhaj ini tidak lahir sebagai sebuah
hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, partai atau bangsa
tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi
petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hambaNya (QS.
4:174, 10:57). |
|
Adapun
Rasulullah Muhammad SAW adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas
perintah-Nya yang masih samar bagi manusia [42:52-53]
|
|
Dampak
Rabbaniyyah mashdar: |
|
(1) |
Terlepas
dari pertentangan dan sikap ekstrim [4:82]
|
|
(2) |
Terlepas
dari keberpihakan dan hawa nafsu |
|
(3) |
Terhormat
dan mudah diyakini |
|
(4) |
Terbebas
dari penghambaan sesama manusia. |
2.
Insaniyah (kemanusiaan)
| · |
Islam yang
berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Rasul-Nya mencurahkan sebagian besar
kepeduliannya pada sisi kemanusiaan.Islam mengakui manusia dengan pengakuan yang
menyeluruh. Aspek-aspek manusia seperti akal, jasad dan ruhani diberikan peluang
untuk melaksanakan peran, fungsi dan karakteristiknya tanpa harus cenderung pada
aspek tertentu saja.Di samping itu ibadah-ibadah yang disyari'atkan oleh Islam
mengandung dimensi kemanusiaan, misalnya shalat, zakat dan haji.Kesimpulannya,
Islam adalah din yang sesuai dengan karakter manusia, ditujukan untuk
kepentingan dan kesejahteraan manusia sendiri.
|
| · |
Buah
insaniyah dalam Islam: |
|
(1) |
Persaudaraan
manusia (ukhuwah) |
|
(2) |
Persamaan
manusia (emansipasi) |
3.
Syumul (universal)
|
|
Artinya
Islam meliputi semua zaman, kehidupan dan eksistensi manusia.Jangkauan
keuniversalan dalam risalah Islam ini diungkapkan oleh Hasan al-Banna: "Islam
adalah risalah yang panjang terbentang sehingga meliputi semua abad sepanjang
zaman, terhampar luas sehingga meliputi semua cakrawala umat dan begitu mendalam
(mendetail) sehingga memuat urusan-urusan dunia dan akhirat". Dan di dalam
Risalah Ta'lim-nya, yang dimaksud dengan Islam universal yaitu: "Islam
adalah sebuah sistem yang universal (komprehensif, total dan integral). Mencakup
berbagai aspek hidup dan kehidupan.Islam adalah negara dan tanah air,
pemerintahan dan umat, akhlak dan kekuatan, serta kasih sayang dan
keadilan.Islam adalah kebudayaan dan perundang-undangan, ilmu dan hukum, materi
dan harta benda, serta usaha dan kekayaan. Dan Islam juga adalah jihad dan
dakwah, militer dan ideologi serta aqidah yang murni dan ibadah yang benar
sekaligus." |
|
Islam
adalah risalah untuk semua zaman dan generasi, bukan risalah yang terbatas oleh
masa atau generasi tertentu.Secara substansial (dasar-dasar aqidah dan
moralnya), Islam merupakan risalah setiap nabi yang diutus dan misi setiap kitab
suci yang diturunkan.Maka semua nabi diutus dengan membawa risalah (misi) Islam,
menyerukan tauhid dan menjauhi taghut [21:25, 16:36, 10:72, 2:128,132].
|
|
b.
Risalah bagi seluruh alam semesta
|
|
Islam
tidak terbatas pada bangsa maupun status sosial tertentu, yang merupakan
petunjuk Rabb manusia bagi segenap manusia, rahmat bagi sekalian hamba-Nya
[21:107, 24:1, 38:87]. |
4.
Al-Wastthiyyah / Tawazun (moderat atau pertengahan)
| · |
Islam
berada dalam keseimbangan di antara dua jalan atau dua arah yang saling
bertentangan.Islam memberikan haknya secara adil terhadap aspek-aspek kehidupan
seperti ruhiyah (spiritualisme), maddiyyah (materialisme),
fardiyah (individu), jama'iyyah (kolektif), tsabat
(konsisten) dan taghayyur (perubahan) dan tidak berada dalam poros
yang ekstrim [55:7-8]. |
5.
Al-Waqi'iyyah (kontekstual)
| · |
Allah
menjamin Islam sebagai ajaran yang sesuai dengan kondisi manusia di manapun,
kapanpun dan bagi segala jenis manusia.Islam senantiasa menjaga dan memelihara
realita (aktual) di setiap aspek yang didakwahkan pada manusia, mulai aspek
aqidah, ibadah, akhlak dan syari'at. |
6.
Al-Wudhuh (jelas)
| · |
Yang
dimaksud adalah jelas dalam hal: |
|
a. |
Dasar-dasar
Islam (aqidah, moral, syari'at Islam) |
|
b. |
Sumber-sumber
hukumnya |
Pentingnya
memahami Islam secara kaffah. [2:208]
| 1. |
Agar umat
Islam tidak terjebak ke dalam propaganda, program serta langkah-langkah
syaitan.Sebab syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
|
| 2. |
Ajaran
Islam sendiri bersifat universal dan menolak parsialisasi hukum dan
ajarannya.Aspek dalam kehidupan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan.Kehidupan tidak akan harmonis apabila Islam dilaksanakan secara
parsial. |
REFERENSI
| · |
Materi
Mentoring Islamic Study 1994-/1995 |
| · |
Panduan
Aktivis Harokah, Pustaka Al-Ummah, Jakarta
|
| · |
Dr.Yusuf
Al-Qaradhawi, Karakteristik Islam: Kajian Analitik, Risalah Gusti
|
Posting Komentar